SEARCH

Memuat...

Jumat, 14 September 2012

BIOLOGI - LAPORAN PRAKTIKUM OSMOSIS PADA KENTANG


I.              STANDAR KOMPETENSI
Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan.

II.           KOMPETENSI DASAR
Membandingkan mekanisme transport pada membran (difusi, osmosis, transport aktif, endositosis, dan eksositosis).

III.        INDIKATOR
Menjelaskan transport pada membran seperti transport pasif (difusi, osmosis dan difusi terbantu), transport aktif (endositosis, eksositosis).

IV.        TEMPAT DAN WAKTU PRAKTIKUM
Praktikum ini telah dilaksanakan pada :
·         Hari / Tanggal      :   Sabtu, 25 Agustus 2012
·         Waktu                  :   11.00 WITA – 12.00 WITA
·         Tempat                 :   Laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Tabanan

V.           TUJUAN PRAKTIKUM
Mengetahui peristiwa masuknya air ke tubuh tumbuhan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

VI.        RUMUSAN MASALAH
·           Adakah perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah perlakuan ?
·           Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan osmosis ?

VII.     LANDASAN TEORI
1.         TRANSPOR PADA MEMBRAN PLASMA
Dalam Priadi, Arif (2009) dikatakan bahwa pada makhluk bersel banyak, transportasi antarsel terjadi melalui membran plasma. Ada beberapa manfaat transpor zat bagi sel, diantaranya adalah sebagai berikut :
                                          a.         Menjaga kesetabilan pH.
                                          b.         Menjaga konsentrasi zat dalam sel untuk kegiatan enzim.
                                          c.         Memperoleh pasokan zat makanan, bahan energi, dan bahan mentah lain.
                                          d.         Membuang sisa metabolisme yang beracun.
                                          e.         Memasok ion-ion penting.
Zat yang dapat melalui membran plasma biasanya merupakan zat yang dapat larut. Selain ukuran molekul, sifat-sifat zat yang mempengaruhi transportasi, pada membran antara lain kandungan muatan listrik, jumlah molekul air yang terikat, dan daya lewat dalam zat lemak
Membran plasma mempunyai sifat selektif, yaitu mampu memilih zat yang dapat menembusnya. Hal tersebut berkaitan dengan sifat permeabilitas membran. Beberapa sifat permeabilitas membran adalah sebagai berikut.
                                       a.            Permeabel, dapat ditembus oleh semua jenis zat.
                                       b.            Impermeabel, tidak dapat ditembus oleh semua jenis zat.
                                       c.            Permeabel diferensial (permeabel selektif), hanya dapat ditembus oleh beberapa jenis zat. Contohnya adalah membran semi parmeabel yang terdapat pada nukleus.

Gerakan zat melalui membran dapat dibagi menjadi dua macam yaitu gerakan pasif yang tidak memerlukan energi (difusi, osmosis) dan gerakan aktif yang memerlukan energi (endositosis, eksositosis).

2.         OSMOSIS
a.      PENGERTIAN OSMOSIS
Menurut Sudjadi, Bagod (2007), Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial parmeabel. Jika konsentrasi dalam larutan sel lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi lingkungan sekitarnya, maka air akan bergerak ke luar meninggalkan sel secara osmosis dan begitu juga sebaliknya.
Sedangkan, menurut Retnaningati, Dewi (2012), Osmosis adalah perpindahan molekul-molekul pelarut dari larutan berkonsentrasi rendah (Hipotonik) ke larutan berkonsentrasi tinggi (Hipertonik) melalui selaput semiparmeabel. Jika pelarut yang digunakan berupa air, osmosis dapat diartikan perpindahan molekul air melalui membran semi parmeabel dari larutan kadar airnya tinggi ke larutan kadar airnya rendah.
Proses osmosis dapat mengakibatkan kerusakan sel. Air akan masuk ke dalam sel jika konsentrasi larutan dalam sel tinggi sehingga terjadi endosmosis akibatnya sel mengalami kehancuran karena robeknya membran plasma. Air dalam sel akan keluar jika konsentrasi larutan di luar sel tinggi dan terjadi eksosmosis yang akan mengakibatkan terlepasnya membran dari dinding sel.

b.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Dalam uwiesunshine.blogspot.com (2010) dijelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat osmosis antara lain :
·         Konsentrasi air dan zat terlarut yang ada di dalam sel dan luar sel. Osmosis akan terjadi dari zat yang berkonsentrasi pelarut tinggi dan konsentrasi zat terlarutnya rendah menuju zat yang berkonsentrasi pelarut rendah dan konsentrasi zat terlarutnya tinggi.
·         Ketebalan membran. Makin tipis membran, makin cepat proses difusi
·         Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energy untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula osmosisnya.

3.         LARUTAN
Menurut Sudjadi, Bagod (2007), larutan berdasarkan konsentrasi terhadap sel dibagi menjadi dua antara lain :
·         Larutan hipertonik (hiper = lebih dari) adalah larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi dari konsentrasi dalam sel. Larutan garam dan larutan gula adalah hipertonik terhadap kebanyakan sel.
·         Larutan hipotonik (hipo = rendah dari) yaitu larutan dengan konsentrasi yang lebih rendah dibandingkan konsentrasi di dalam sel. Larutan hipotonik memiliki banyak molekul air bebas dibandingkan yang terdapat pada sel.
Beberapa makhluk hidup memiliki konsentrasi seimbang antara air dan zat terlarut di dalam sel dan di luar sel atau sekelilingnya. Saat itu sel dikatakan isotonik terhadap sekelilingnya.
Sedangkan dalam Wikipedia Bahasa Indonesia (2012), dijelaskan bahwa, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi.

VIII.  HIPOTESIS

Hipotesis satu (H1) berbunyi, “Ada perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah perlakuan.”
Hipotesis nol (H0) berbunyi, “Tidak ada perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah perlakuan.”

IX.        ALAT DAN BAHAN


                         1.            Timbangan
                         2.            Gelas kimia 3 buah
                         3.            Alat pemotong / Pelubang gabus
                         4.            Kartas isap
                         5.            Umbi kentang
                         6.            Pinset
                         7.            Air suling
                         8.            Larutan gula 5%
                         9.            Larutan gula 15%

X.           CARA KERJA
                         1.            Dengan menggunakan pelubang gabus / alat pemotong, buatlah 3 buah silinder umbi kentang segar dengan ukuran yang sama !
                         2.            Timbanglah setiap silinder kentang itu setepat mungkin dan catatlah massanya dalam tabel !
                         3.            Isilah masing-masing gelas kimia tersebut dengan air suling, larutan gula 5%, dan larutan gula 15% dengan volume yang sama !
                         4.            Masukan atau taruh masing-masing silinder kentang tersebut secara bersamaan pada ketiga gelas yang telah diisi sebelumnya !

                         5.            Biarkan silinder umbi kentang tersebut dalam keadaan demikian selama 30 menit !
                         6.            Angkat dan keringkan silinder umbi kentang dengan jalan mengguling-gulingkan di atas kertas hisap kemudian timbanglah untuk kedua kalinya setiap porongan umbi kentang tersebut dan catatlah hasilnya dalam tabel !

XI.        HASIL PENGAMATAN

Berdasarkan percobaan diatas didapatkan massa kentang sebagai berikut :

TABEL PENGAMATAN SILINDER UMBI KENTANG

No Porongan Kentang
Perlakuan
Berat Kentang
Awal
Akhir
1
Dalam air suling
3,5 gram
3,9 gram
2
Dalam air gula 5%
3,5 gram
3,1 gram
3
Dalam air gula 15%
3,5 gram
2,6 gram


XII.     PEMBAHASAN

Setelah dilakukan percobaan didapatkan hasil analisa data pada silinder kentang no 1 yang berada pada air suling memiliki berat bertambah. Air suling diketahui memiliki konsentrasi lebih rendah dibandingkan kandungan dalam silinder kentang, jadi kentang yang lebih berat disebabkan karena air berpindah dari air suling (konsentrasi lebih rendah) ke silinder kentang (konsentrasi lebih tinggi).
Pada silinder kentang no 2 dan no 3 yang berada pada larutan gula mengalami pengurangan berat. Larutan gula diketahui memiliki konsentrasi lebih tinggi dibandingkan silinder kentang,  jadi kentang yang lebih ringan disebabkan oleh air pada kentang (konsentrasi lebih rendah) keluar menuju larutan gula (konsentrasi lebih tinggi). Pengurangan berat kentang pada kentang no 3 berbeda dengan kentang no 2 oleh karena itu besarnya konsentrasi berpengaruh terhadap pengurangan atau penambahan berat yang besarnya sebanding lurus.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat osmosis antara lain :
·         Konsentrasi air dan zat yang terlarut
·         Ketebalan membran
·         Suhu dan cahaya matahari
·         Waktu

                    1.            Dalam percobaan ini manakah yang merupakan variabel tak bebas, variabel bebas, dan variabel terkontrol ?
Jawab       :
Variabel tak bebas            : Berat akhir silinder umbi kentang
Variabel bebas                  : Perlakuan perendaman
                                           A. Air Suling  
B. Larutan gula 5%  
C. Larutan gula 15%
Variabel terkontrol           : Jenis silinder umbi kentang, volume larutan, waktu perendaman, ukuran silinder umbi kentang, berat awal silinder umbi kentang, stopwatch, kertas isap, timbangan.

                    2.            Variabel manakah yang tidak dapat kita kendalikan dan merupakan variabel pengganggu ?
Jawab       :    Suhu, cahaya matahari, ketebalan membran silinder umbi kentang.

                    3.            Silinder umbi kentang yang manakah beratnya bertambah ?  jelaskan !
Jawab       :
Silinder yang memiliki berat bertambah yaitu silinder nomor 1. Karena berdasarkan percobaan tersebut, diketahui konsentrasi air suling lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi dalam kentang, sehingga air suling masuk ke dalam kentang melalui membran semiparmeabel dan menyebabkan kentang tersebut menjadi bertambah berat.

                    4.            Buatlah hipotesis yang dapat menunjukan adanya hubungan pertambahan berat pada silinder umbi kentang itu !
Jawab       :
Hipotesis satu (H1) berbunyi, “Terdapat perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah praktikum.”
Hipotesis nol (H0) berbunyi, “Tidak terdapat perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah praktikum.”

                    5.            Perubahan apa yang terjadi pada silinder umbi kentang nomor 3 ? jelaskan perubahan itu ?
Jawab       :
Pada silinder umbi kentang nomor 3 mengalami penurunan berat. Hal ini diakibatkan karena air dalam silinder umbi kentang keluar menuju larutan gula 15% disebabkan karena larutan ini memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, dan air berpindah dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi.

                    6.            Bagaimana pendapatmu tentang hubungan konsentrasi larutan gula 5% terhadap silinder umbi kentang nomor 2 dan larutan gula 15% terhadap umbi kentang nomor 3 ?
Jawab       :
Larutan gula yang memiliki konsentrasi lebih tinggi daripada silinder kentang akan menyebabkan air berpindah keluar dari silinder umbi kentang menuju larutan dan berat silinder kentang berkurang. Namun, terdapat perbedaan jumlah pengurangan berat akibat perbedaan konsentrasi larutan gula, berdasarkan hal tersebut dapat ditarik bahwa semakin tinggi perbedaan konsentrasi larutan gula semakin banyak pengurangan berat yang terjadi.

                    7.            Apakah yang dapat kamu simpulkan tentang hasil percobaan dari silinder umbi kentang nomor 1 sampai nomor 3 ?
Jawab       :
Hipotesis satu (H1) diterima yang berbunyi, “Terdapat perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah praktikum.”

                    8.            Bagaimanakah keadaan silinder umbi kentang 1, 2, dan 3 apabila direndam sampai 1 hari ?
Jawab       :
Pada umbi kentang no 1 akan menjadi semakin lembek karena banyak air yang masuk akibatnya sel mengalami kehancuran karena robeknya membran plasma dan memiliki berat yang semakin besar. Sedangkan pada umbi kentang no 2 dan 3 akan menjadi semakin mengkerut atau keras dan terlepasnya membran dari dinding sel karena banyaknya air yang keluar serta memiliki berat yang semakin kecil.

XIII.  PERMASALAHAN DAN SOLUSI
·         Sulit untuk menyamakan ukuran dan berat masing-masing silinder umbi kentang tersebut.
Solusi          :
Membentuk kentang tersebut menjadi silinder dengan pelubang gabus dan diukur ketebalan atau ketinggiannya sehingga setiap umbi silinder sama.

XIV.  KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum tersebut diatas maka dapat disimpulkan Hipotesis satu (H1) diterima yang berbunyi, “Terdapat perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah praktikum.”

2 komentar:

Read more: Cara Membuat Navigasi Page Number Di Blogspot ~ Belajar Nge-Blog http://kumpulan-tutorial86.blogspot.com/2011/06/cara-membuat-navigasi-page-number-di.html#ixzz2A36jMdSO Under Creative Commons License: Attribution Chrome Pointer